Asprov Akhirnya Coret Dua Askab PSSI di Malut

Ternate – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku Utara (Malut) akhirnya mencoret dua Asosiasi Kabupaten (Askab) karena tidak melaporkan kepengurusan maupun tidak aktif dalam berbagai turnamen PSSI dalam tiga tahun terakhir.

“Dua Askab PSSI di Malut kami coret, karena tidak lagi aktif dalam berbagai turnamen resmi PSSI,” kata Ketua Asprov PSSI Malut, Adam Marsaoly di Ternate, Minggu.

Menurut dia, dua Askab PSSI yakni Persamo dan Persis Soasio tidak pernah melaporkan keberadaan kepengurusan dan terpaksa harus dicoret.

Askab PSSI Persamo merupakan salah satu klub resmi yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula serta Kabupaten Pulau Taliabu, sedangkan Persis Soasio berada di Kota Tidore Kepulauan.

Adam menyebut, kedua klub resmi PSSI ini harus dicoret karena selama tiga tahun tidak aktif dan jajaran kepengurusan tidak lagi melaporkan perkembangannya ke Asprov PSSI Malut.

Sehingga, langkah yang dilakukan oleh Asprov PSSI menjadi efek jera bagi tim Askab/Askot PSSI lainnya untuk terus berkontribusi mengikuti berbagai iven resmi PSSI, jika tidak maka sanksinya akan dicoret dari keanggotaan PSSI.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Taliabu Salim Ganiru ketika dihubungi menyatakan, Persamo merupakan gabungan dua Kabupaten yakni Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu serta Pulau Mangoli.

“Klub resmi Persamo ini yang dibentuk mantan bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus memang sudah tidak aktif sejak tahun 2013, karena Kabupaten Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula telah memiliki klub resmi yang terdaftar di PSSI,” kata Salim Ganiru.

Sementara itu, untuk Kongres Asprov PSSI pada bulan Mei tahun 2022 nanti, sebanyak 26 memiliki hak suara yang akan menentukan kepengurusan Asprov PSSI diantaranya 10 suara dari Askab/Askot, 15 klub anggota PSSI ditambah satu pengurus Asosiasi Futsal Provinsi (AFP)

Sekretaris Asprov PSSI Malut, Bahrun Abubakar dihubungi terpisah menyatakan, melalui hasil rapat Asprov PSSI Malut telah terbentuk Komite Pemilihan diantaranya Aldi Ali, Muhaimin, Hanan, Irvan dan Nurhayati akan melakukan tahapan pendaftaran, tahapan pemeriksaan berkas bakal calon, seperti aktif dalam sepakbola selama 5 tahun berturut-turut, SKCK, surat kesehatan.

Bahrun menyebut, dalam kepengurusan Asprov PSSI ini, akan menyoroti minimnya pembangunan sarana infrastruktur olahraga mengakibatkan prestasi di cabang sepakbola di daerah ini ikut menurun.(Ant)