TPID Malut Antisipasi Kenaikan Inflasi Jelang Lebaran

Ternate – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengantisipasi kenaikan Inflasi menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah karena sebagian besar kebutuhan bahan pokok masyarakat dipasok dari luar daerah.

“Kami telah melakukan selama lima tahun terakhir, pada setiap momen Idul Fitri inflasi Provinsi Malut menunjukkan kenaikan terutama pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jeffri D. Putra di Ternate, Sabtu.

Olehnya itu, guna mengantisipasi kenaikan inflasi menjelang HBKN dilakukan rapat koordinasi Tim Pegendalian Inflasi Daerah (TPID). Rapat koordinasi dan TPID dipimpin langsung oleh Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba.

Dimana, untuk inflasi pada periode Maret 2021 sebesar 1,37% (yoy), dengan lima komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah Cabe Rawit, Tomat, Ikan Malalugis, Cabe Merah dan Buah Naga, sebagian besar komoditas tersebut menjadi pendorong laju inflasi berulang, terutama pada momen HBKN.

Dia menyatakan, terdapat empat isu utama yang menjadi concern dalam upaya pengendalian inflasi TPID Provinsi Malut diantaranya mengurangi ketergantungan Malut akan supply dari luar daerah.

Selain itu, mitigasi risiko lonjakan demand komoditas pangan strategis di daerah pemasok yang dikhawatirkan akan mengurangi supply ke Malut, antisipasi peningkatan demand komoditas pangan strategis dari wilayah Maluku Utara yang bersumber dari permintaan korporasi dengan adanya progres pembangunan smelter yang pesat di beberapa wilayah.

Di samping itu, peningkatan produktivitas sektor pertanian khususnya padi, sayuran dan hortikultura di Provinsi Malut.

Sehingga, dalam enyikapi beberapa isu tersebut, TPID Provinsi Maluku Utara berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah diantaranya mendorong Implementasi Kerjasama Antar Daerah (KAD), terutama dengan Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Jawa Timur selaku daerah pemasok utama ke Malut.

Mengintensifkan upaya pemantauan ketersediaan pasokan pangan strategis di Pasar Tradisional dan Pasar modern selama periode HBKN.

Dia mengimbau kepada masyarakat Malut untuk bijak dalam berbelanja sesuai Kebutuhan dengan tidak berbelanja berlebihan, mengingat adanya kecukupan barang kebutuhan pokok masyarakat sebagai upaya mitigasi risiko tekanan inflasi dalam jangka menengah-panjang, TPID Provinsi Malut akan berfokus dalam dua strategi utama yaitu secara konsisten menjalankan program-program peningkatan produktivitas sektor pertanian dan membangun sinergi, kerjasama antar kabupaten/kota di Provinsi Malut. (Ant)