Pemkot Ternate Berupaya Hilangkan Permukiman Kumuh

Ternate – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) terus berupaya menghilangkan permukiman kumuh di daerah ini, guna meningkatkan derajat kehidupan masyarakat sekaligus mewujudkan program Ternate sebagai kota bebas kumuh.

Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman di Ternate, Rabu mengatakan salah satu lokasi permukiman kumuh di Ternate yang menjadi prioritas adalah di kawasan Lelong, Kelurahan Makassar Timur, karena berada di pusat kota.

Pemkot Ternate sudah mengusulkan penanganan permukiman kumuh di kawasan Lelong tersebut ke Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendapatkan dukungan penganggarannya.

“Kami sudah bertemu dengan pihak Kementerian PUPR untuk membicarakan penanganan permukiman kumuh di kawasan Lelong tersebut, yang penganggarannya akan dialokasikan pada tahun anggaran 2019,”katanya.

Sesuai hasil pembicaraan dengan pihak Kementerian PUPR, dalam penanganan permukiman kumuh di kawasan Lelong tersebut, Pemkot Ternate harus mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk penimbunan lokasi, sedangkan anggaran untuk pembangunan perumahan dan penataan lingkungannya semuanya akan dialokasikan melalui APBN.

Menurut Wali Kota, Pemkot Ternate akan segera menyosialisasikan program penanganan permukiman kumuh di kawasan Lelong tersebut kepada warga setempat agar mereka mendukungnya dan tidak ada reaksi penolakan yang dapat menghambat pelaksanaannya.

Seluruh rumah warga yang ada di kawasan Lelong tersebut akan dibongkar dan mereka nantinya akan mendapat rumah pengganti yang akan dibangun Kementerian PUPR, tetapi belum bisa dipastikan apakah rumah yang akan dibangun nanti dalam bentuk blok atau rumah susun.

Wali Kota menambahkan, khusus untuk rumah warga di Ternate yang tidak layak huni dan berada di kawasan yang bukan permukiman kumuh, sejak 2017 juga sudah ditangani melalui program Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan (BSP2), yang jumlahnya mencapai 500 unit lebih. (Ant)