Ternate – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melaksanakan pelelangan proyek tahun anggaran 2021 untuk berbagai pengadaan dan jasa senilai Rp 500 miliar.
Kepala BPBJ Malut, Safruddin Djuba di Ternate, Minggu, mengatakan, dari pelelangan sejumlah proyek, terutama untuk menyuksekan STQ menjadi prioritas karena event tingkat nasional.
Sedangkan, sejumlah proyek lain yang bersumber darI pinjaman dari PT. SMI, termasuk DAK dan DAU sudah dilaksanakan
Menurut Safruddin, ada mekanisme bagi para perusahaan yang akan mengikuti pelelangan tender proyek sehingga tidak mudah, terutama para Pokja yang bertugas untuk verifikasi data.
Apabila ada perusahaan yang sudah mengikuti pelelangan, ternyata terbukti data pendukung tidak lengkap atau terdapat salah dokumen dan menggunakan scan, maka dikenakan sanksi.
“Pokja tetap harus menggugurkan PT tersebut dari pelelangan. Jadi tugas Pokja sangat telitI untuk mengambil keputusan,” ujarSafruddin.
Sebelumnya, BPBJ pada tahun anggaran 2020 , telah melakukan proses pengadaan barang jasa yang menyerapkan dana hampir Rp733 miliar.
Dari anggaran Rp733 miliar, termasuk sumber dana pinjaman dari PT. SMI dan DAK yang tersebar di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ternyata Dinas PU dan Perkim peroleh yang paling besar, tanpa merinci nilainya.
Menurut dia, alokasi anggaran diprioritaskan untuk proyek peningkatan jalan dan jembatan serta pembangunan Rumah Sakit di Sofifi, ibu kota Provinsi Malut.
Selain itu, untuk pelaksanaan proyek peningkatan jalan dan jembatan merupakan satu paket seperti pembangunan jalan dan jembatan berkonstruksi baja yang dibangun di Matuting – Ranga-Ranga, Ibu – Kedi, Saketa – Deapodo, sedangkan untuk kali Oba 2 pembangunan jalan dan jembatan berkonstruksi baja dengan anggaran sebesar Rp25 miliar.
Safruddin mengakui, pelaksanaan proyek seharus sudah selesai, akan tetapi karena dampak COVID-19, sehingga mengalami keterlambatan. (Ant)











