Karantina Pertanian Ternate Antisipasi Penyelundupan Unggas Asal Filipina

Ternate – Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, intensif mengantisipasi adanya penyelundupan unggas asal Filipina yang dipasok melalui Sulawesi Utara ke berbagai pelabuhan di Malut.

Humas Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate Khori Arianti kepada ANTARA, Selasa, menyatakan untuk kawasan Malut tentunya sangat rawan adanya penyelundupan unggas asal Filipina.

“Memang lalu lintas kita kebanyakan dari Manado atau Bitung dan kalau Filipina, tentunya belum ada yang masuk ke Malut, karena biasanya yang kami tahan antar area, dari Bitung atau Manado,” kata Khori.

Menurut dia, saat ini di Malut belum ada rute langsung dari dan ke Filipina, tetapi memang beberapa kali telah menahan jenis ayam Filipina dikirim melalui Manado atau Bitung. Selain itu, kata Khori, Provinsi Malut sangat rawan karena merupakan daerah gugusan kepulauan dan memiliki banyak pelabuhan-pelabuhan kecil, sementara jumlah petugas terbatas.

“Dan kami bertugas di tempat-tempat pemasukan yang resmi dan sudah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Karantina Pertanian Ternate, melakukan pemusnahan terhadap 21 ekor unggas dewasa asal Manado dan Bitung yang berhasil disita guna mencegah adanya penyebaran flu burung.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusup Patiroy menyatakan, pihaknya berusaha menjaga Malut ini tetap bebas flu burung, karena masuknya flu burung, selain berdampak pada kesehatan manusia, juga akan berdampak besar pada perekonomian masyarakat, bayangkan jika sampai wabah flu burung menyerang peternakan di sini, berapa banyak kerugian yang harus ditanggung para peternak.

Unggas dewasa yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan sepanjang pertengahan April hingga Mei 2021 dari kapal ferry dan kapal motor penumpang. jenisnya terdiri atas ayam bangkok dan ayam Filipina.

Baca juga: Karantina Pertanian Ternate musnahkan 21 ekor unggas cegah flu burung

Unggas dewasa merupakan media pembawa hama dan penyakit hewan. Maluku Utara termasuk salah satu diantara tiga propinsi di Indonesia yang masih bebas flu burung berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016. Unggas dewasa dari daerah tidak bebas flu burung dilarang masuk ke Maluku Utara.

Lebih lanjut, Yusup mengungkapkan bahwa modus para penyelundup untuk memasukkan unggas dewasa ke Maluku Utara sangat beragam. Namun, pihaknya selalu berupaya untuk mengamankan dan mewaspadai setiap modus yang semakin berkembang. (Ant)