Untuk Manfaatkan Peluang Pasar, Komoditi Ikan dan Udang Penyumbang Ekspor Malut

Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, perkembangan ekspor barang dari daerah ini pada Agustus 2021 yang melalui provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan terbesar ikan dan udang.

“Memang, berdasarkan catatan untuk barang ekspor asal Malut tersebut adalah golongan ikan dan udang (HS 03) serta golongan lak, getah, dan damar (HS 13),” kata Kepala BPS Malut, Aidil Adha di Ternate, Jumat.

Menurut dia, untuk nilai ekspor asal barang dari Provinsi Malut yang diekspor melalui provinsi lain pada Agustus 2021 sebesar 0,95 juta dollar atau 0,32 persen dari total ekspor asal barang daerah ini yang tercatat 298,29 juta dollar.

Di mana, untuk nilai ekspor Provinsi Malut pada Agustus 2021 sebesar 297,34 juta dollar mengalami peningkatan 21,76 persen dibanding Juli 2021 yang 244,20 juta dollar.

Selain itu, ekspor Malut pada Agustus 2021 berupa golongan barang besi dan baja (HS 72) ke Tiongkok dan Korea Selatan serta biji, kerak, dan abu logam (HS 26).

Aidil menyatakan, secara kumulatif, nilai ekspor Malut Januari – Agustus 2021 sebesar 1.994,47 juta dollar, mengalami peningkatan 315,25 persen dibandingkan periode Januari- Agustus 2020 yang sebesar 480,30 juta dollar.

Sedangkan, secara kumulatif, volume ekspor Malut Januari – gustus 2021 sebesar 1.371,37 ribu ton, mengalami peningkatan sebesar 55,33 persen dibanding Januari- Agustus 2020 yang hanya 882,88 ribu ton.

Adil mengakui, nilai impor Provinsi Malut pada Agustus 2021 sebesar 171,56 juta dollar, mengalami penurunan 5,28 persen dibanding Juli 2021 yang mencapai 181,12 juta dollar.

Begitu pula, untuk volume impor Malut pada Agustus 2021 sebesar 279,14 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 36,23 persen dibanding Juli 2021 yang sebesar 204,90 ribu ton.

Provinsi Malut pada Agustus 2021 mengimpor 37 golongan barang dengan nilai impor terbesar pada golongan mesin-mesin/pesawat Mekanik (HS 84) senilai 71,22 juta dollar. (Ant)