BNNP Maluku Utara Akan Fokus Pada Pencegahan Peredaran Narkoba

Ternate – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) akan memfokuskan pada pencegahan peredaran narkoba dan pemberdayaan masyarakat dengan penyebarluasan informasi P4GN.

“Kami telah laksanakan kegiatan penyebaran informasi P4GN Non Dipa APBN melalui sosialisasi edukasi pencegahan narkoba kepada sejumlah 95.658 orang di Instansi pemerintah, swasta, lingkungan pendidikan dan kelompok masyarakat dengan jumlah 186 kegiatan sehingga total masyarakat Malut yang telah memperoleh sebaran informasi P4GN dari kegiatan penyebar sebanyak 163.273 orang,” kata Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol Edi Swasono di Ternte, Rabu.

Dia menyebut, jumlah penduduk di Malut tahun 2019 mencapai 1.232.632 jiwa, dari capaian sebaran informasi P4GN mencapai 13 % melebihi target yang ditetapkan BNN RI sebesar 7 %.

Olehnya itu, kata Edi, pihaknya menyiapkan kegiatan pemberdayaan alternatif kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui kegiatan produktif dan bersifat ekonomis melalui kegiatan life skill kepada kelompok masyarakat di kawasan rawan Narkotika.

Kegiatan yang diprakarsai Seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang P2M berupa keterampilan menanam sayuran kepada kelompok pemuda di desa Rawajaya Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, kerajinan tangan alat rumah tangga dari anyaman bambu Lou untuk ibu-ibu di Kota Tidore Kepulauan dan ketrampilan perbengkelan untuk para pemuda di Kota Ternate.

Usai melakukan pembinaan life skill, BNNP Malut melalui seksi Pemberdayaan Masyarakat bidang P2M juga telah melakukan sinergitas program life skill tersebut dengan peserta life skill dan Pemerintah Daerah setempat termasuk instansi terkait dan ormas.

Dia menyebut, deteksi dini penyalahgunaan Narkotika melalui tes urine sebagi salah satu sarana pencegahan penyalahgunaan Narkotika telah dilakukan kepada 1.101 orang di tahun 2019. Dan jika diakumulasikan sejak tahun 2017-2019 sejumlah 3.938 peserta yang berasal dari instansi swasta, pemerintah, lingkungan pendidikan dan masyarakat telah melakukan deteksi dini melalui tes urine oleh tim medis BNNP Malut.

“Selain itu, kami telah kengembangkan program Kamis Kololi yang merupakan program pencegahan berbasis kearifan lokal Maluku Utara. Kamis Kololi merupakan inovasi BNNP Malut dalam menindak lanjuti Inpres Nomor 6 Tahun 2018-2019 tentang Rencana aksi Nasional P4GN. Kololi yang berarti keliling menandai di setiap hari Kamis, penyuluh Narkoba BNNP Maluku Utara berkeliling mengunjungi sekolah, kampus, instansi pemerintah dan swasta serta kelompok masyarakat untuk menyuarakan edukasi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Sehingga diharapkan masyarakat menjadi tahu, peduli dan turut serta menjaga lingkungannya agar bersih Narkoba. Dari program inovasi ini BNNP Maluku Utara telah mengunjungi ke sejumlah 37 kali di lingkungan pendidikan mulai TK sampai Perguruan Tinggi, 1 kali di Instansi Pemerintah dan Swasta serta 5 kali di kelompok masyarakat dengan sasaran audiens sebanyak 6.896 orang. (Ant)